Pembangunan Berbasis Stimulan

Pembangunan Berbasis Stimulan

Pembangunan Berbasis Stimulan

Oleh: Ir. M. Syukri
(Kepala Bidang Ekonomi Bappeda Bengkulu Utara)

Undang undang 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional secara tegas menggariskan bahwa dalam perencanaan pembangunan melalui 5 pendekatan yaitu politik, teknokratik, partisipatif, atas-bawah (top-down) dan bawah-atas (bottom-up). Pemilihan Kepala Daerah yang tidak lama lagi kita laksanakan baik pemilihan gubernur maupun bupati dibeberapa kabupaten di Propinsi Bengkulu ini juga bagian proses perencanaan pembangunan melalui pendekatan politik. Maka bagi kita calon pemilih ketika akan memilih pimpinan daerah kita maka perlu diperhatikan diantaranya program-progam yang ditawarkan apakah akan membawa peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat daerah kita atau tidak dan yang penting juga adalah rasionalitasnya dari program-program yang ditawarkan.

Dalam tataran pelaksanaan dari perencanaan pembangunan tadi maka kelima pendekatan perencanaan pembangunan tadi kiranya dapat diadopsi. Dalam arti bahwa dalam implementasi dari hasil perencanaan dapat diterapkan kelima pendekatan tadi. Paling tidak pendekatan teknokratik, top-down, bottom-up dan terkhusus partisipatif.

Dalam konteks pelaksanaan pembangunan dengan pendekatan partisipatif, barangkali sebagai contoh, belum lama ini kita saksikan bagaimana masyarakat di Desa Bangun Karya Kecamatan Napal Putih Kabupaten Bengkulu Utara, dimana dengan letak desa yang cukup terpencil dan sangat sulit dijangkau dengan sarana transportasi baik kendaraan roda-2 maupun roda-4 meskipun dengan dobel gardan, dengan dana PNPM Mandiri Pedesaan Tahun 2009 sebesar tidak sampai 350 juta rupiah berhasil membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dengan nilai sampai 900 juta rupiah. Sehingga dapat melayani 130 pelanggan. Bagi kita yang menyaksikan sangat mengharukan sekalius membanggakan betapa besar partisipasi masyarakat desa tersebut, ketika hal tersebut merupakan kebutuhan yang sebenarnya dari masyarakat. Sementara itu ada di tempat lain, masyarakatnya “merengek-rengek” bisa dibilang begitu mengajukan usulan pembangunan. Namun setelah direalisasikan justru tidak kurang dimanfaatkan apalagi sampai merawat, memelihara atau bahkan berkontribusi mengembangkan hasil pembangunan sehingga manfaatnya lebih besar. Hal ini disebabkan besarnya unsur keinginan dari pada unsur kebutuhan. Atau bisa juga dominannya pendekatan politik dari pada pendekatan teknokratik atau pendekatan bottom-up-nya

Dari contoh di atas dalam kaitannya dengan pelaksanaan pembangunan oleh pemerintah sering terjadi desa-desa atau wilayah dengan tingkat partisipasi tinggi sehingga sarana prasarana telah terbangun atau telah tersedia, justru diabaikan karena dianggap masyarakat sudah bisa mandiri. Justru kiranya kita sebaiknya berfikir sebaliknya. Wilayah dimana besar partisipasinya dalam pelaksanaan pembangunan sebaiknya juga mendapat perhatian yang besar pula dalam pengalokasian pembangunan baik sebagai insentif maupun sebagai stimulan. Sebab pada wilayah dengan tingkat partisipasi tinggi maka dengan input yang sama akan dihasilkan output yang jauh lebih besar dari pada pada wilayah masyarakat dengan tingkat partisipasi yang rendah. Dengan pola insentif atau stimulan sebagaimana tersebut tadi maka masyarakat akan berlomba-lomba berpartisipasi langsung dalam pelaksanaan pembangunan baik mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan maupun pemeliharaan selanjutnya. Sebagaimana dalam contoh pertama di atas, masyarakat telah berusaha meningkatkan pendapatannya tanpa banyak memerlukan uluran dari pemerintah serta mencukupi kebutuhan listriknya, maka ke depan barangkali perlu dipikirkan bersama bagaimana meningkatkan akses transportasi ke wilayah tersebut sebagai wujud insentif sekaligus stimulan dengan pemberian bantuan pengadaan bahan untuk pembangunan jalan dan masyarakat diharapkan bergotong-royong untuk tenaga kerjanya.

(Artikel diterbitkan melalui Media Transparansi Bappeda BU, Juni 2010)

Selasa, 04 Januari 2011 - 13:10
http://bappeda.bengkuluutarakab.go.id/informasi/view/pembangunan-berbasis-stimulan.718.html